... a journal to remember

a journal to remember

0 notes &

image

Bismillah

Oh ya, kenalin, yang di atas itu adalah teman-teman MPL Angkatan 25 yang terdiri dari berbagai latar belakang daerah asal, usia, pekerjaan, dan lain sebagainya. Kalo dilihat dari kiri ke kanan, ada Bu Silva, Eko, Pak Mukhlis, Tere, Pak Langgeng (beliau dosennya), Afra, Dodit, Agie, Adrian, Mbak Evi, Mas Isti, dan Mas Bur. Mereka itu orang-orang yang aku temui hampir setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu, serta tanggal merah.

Ngomong-ngomong Tumblr-ku ini berdebu sekali. Terakhir posting tulisan sendiri waktu tentang matrikulasi S2, dan Insyaallah bulan Juni ini udah mulai UAS aja dong. Ga kerasa banget. Perasaan juga baru beberapa bulan yang lalu selesai nyusun skripsi, eh sekarang udah dikejar deadline nyusun proposal tesis, tapi aku rapopo.

Read more …

442 notes &

Tulisan : Mereka Kira Hidupmu Baik-baik Saja

Mereka kira, kamu tidak memiliki masalah. Tampak ceria dan membanggakan. Lahir dari keluarga yang hebat juga sekolah yang tinggi. Mereka yang hanya melihatmu dari pukul 9 pagi sampai jam 3 sore mungkin. Ketika di tempat bekerja, di cafe tempat kalian berjanji bertemu, atau berpapas di jalan.

Mereka kira, kamu baik-baik saja. Mereka kira kamu tidak memiliki ketakutan ataupun kesedihan. Dan mereka mungkin tidak akan pernah tahu sampai kau sendiri benar-benar menceritakannya.

Mereka kira menjadi orang dengan gelar atau profesi sepertimu itu menyenangkan dan luar biasa. Menjadi seorang dokter muda, menjadi seorang insinyur, menjadi seorang penulis. Apapun itu. Mereka kira kau baik-baik saja.

Dan mereka sungguh tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar terjadi terhadapmu. Ketakutanmu pada sesuatu yang kamu rahasiakan, entah itu masa depan, entah itu kebingunganmu menghadapi orang tua, entah itu masalah finansialmu, entah itu masalah masa lalumu, atau masalah pekerjaanmu. Mereka tidak benar-benar tahu.

Kau bisa saja tertawa dan terlihat baik-baik saja saat bersama dengan mereka. Bercerita hingga berbusa busa tentang ideologi dan impianmu. Tentang hidupmu, cita-cita, hingga pencapaian-pencapaianmu.

Tapi lepas itu, lepas berpisah dengan mereka. Dan kamu kembali dengan dirimu sendiri. Membuka pintu rumahmu yang sepi, kamarmu yang sempit. Dan kembali menghadapi kesendirianmu kala malam mencekam. Dan kamu teringat kembali kepada kegelisahan dan ketakutanmu. Pernahkah mereka melihatmu dalam keadaan sendiri baik secara fisik maupun psikis seperti itu.

Tidak pernah kan?

Dan, mungkin selama itu pula mereka kira hidupmu baik-baik saja.

Bandung, 14 April 2014 | (c)kurniawangunadi

(Source: kurniawangunadi)

1 note &

Bahasa Gaul Papua

kacangrebus:

Sekarang di kota jayapura, lagi ngetrend 2 bahasa gaul yaitu bingits sama yes

Bingits itu artinya banget
Kalau yes, saya masih belum paham maksudnya apa. Mungkin artinya “ya”

Contoh penggunaannya

"mas, sa pesan nasi goreng satu, pedes bingits yes"

Ya itulah update gaul yang saya sampaikan, kalau ada perkembangan, segera saya sampaikan

Terima kasih

Hahahaha, jadi kangen bingits pulang ke Jayapura, insyaallah dua bulan lagi, yes!

170 notes &

amatorlibri:

movie idea: boy likes girl. girl doesn’t like him back. (note: she is not crazy or broken, just not interested) boy respects girl’s decision. boy and girl remain friends, and marry different people. the end.

258 notes &

Cerpen : Kisah Buku

Aku sangat menyukai buku, mungkin lebih tepat bisa dikatakan; aku mencintai buku. Betapa tidak, hanya dengan beberapa lembar uang kertas aku bisa membeli pikiran seseorang. Aku membaca hasil pikirannya. Aku mendapatkan satu sudut pandang dari manusia yang lain.

Aku sering menghabiskan hariku dengan buku. Di dalam tas ranselku selalu ada buku dengan pita merah muda yang membatasi halamannya. Pita yang mengantarku ke perjalanan yang sudah aku lewati. Aku jarang menghabiskan waktu dengan manusia. Meski di keramaian.

Aku tidak suka membicarakan sesuatu yang -maaf- tidak penting. Aku pernah menemukan kata ini, dari kak Tia kalau tidak salah. Salah satu kakak kelasku di kampus; lebih baik menghabiskan waktu dengan benda mati yang menghidupkan daripada menghabiskan waku kita dengan benda hidup yang mematikan.

Buku ini mungkin satu-satunya temanku. Aku tidak pernah merasa dekat dengan siapapun. Bila ada yang bertanya siapa sahabatku, aku tidak tahu siapa sahabatku. Bila aku jawab sahabatku adalah buku, mereka tentu tertawa atau melihatku aneh.

Aku suka dipanggil kutu buku. Setidaknya dengan begitu, mereka akan dengan sendirinya memberiku tempat dan waktu lebih luas untuk aku bersama dengan buku-bukuku.

Sampai tiba waktu itu. Suatu sore di selasar Labtek Biru. Sewaktu aku terburu-buru hendak ke perpustakaan. Aku tidak sengaja menabrakmu, menumpahkan kopi ditanganmu. Dan membasahi lembarang-lembaran kertas yang aku tidak tahu itu apa. Aku takut ketika melihatmu air mukamu begitu marah. Aku salah. Tapi beberapa detik kemudian kamu tidak juga memarahiku. Malah bertanya, apa aku tidak apa-apa.

Aku lega. Aku membantu membereskan kertas penuh tulisan tangan. Aku menawarkan diri mengetikkan ulang karena kertas itu rusak. Dan itu tulisan tangan. Kau menolak tapi aku memaksamu. Aku merasa bersalah, mungkin jika kamu memarahiku tadi. Aku tidak akan menawarkan mengetikanya. Tebal sekali. Dan aku menjanjikan selesai besok pagi.

Kau tahu. Aku tidak pernah menyangka bahwa dalam hidupku aku akan merasa nyaman dengan manusia yang lain. Aku tadi sudah bilang kan, aku suka buku. Aku mencintainya. Aku tidak pernah tahu bahwa ada manusia yang benar-benar seperti buku.

Aku mendengarkan ceritamu seperti aku membaca buku. Aku berbagi pikiran denganmu, seperti aku sedang berlawan dengan buku. Bedanya, kamu bisa memberikan penjelasan dengan detil.

Aku sudah bilang kan, jika aku suka menghabiskan waktuku dengan buku. Aku hanya tidak menyangka bila buku itu kini menjadi sosok manusia. Kau pandai membahas banyak perkara. Aku menyukainya. Dan lebih dari itu, kau tidak pernah mengguruiku. Aku menyukai itu.

Aku menyukaimu. Apakah kau merasakan hal yang sama?

Kampus ITB, 4 April 2014 | (c)kurniawangunadi

(Source: kurniawangunadi)

6 notes &

akhirulsyah:

Bener. Saya pun sebagai pengusaha akan mencari tim yg terdiri dari orang2 yg loyal dan mau membangun mimpi bersama2. Bukan sekedar orang yg butuh kerja tok. Loyalitas dan passion itu penting. #CareerTips with Alvie – View on Path.

akhirulsyah:

Bener. Saya pun sebagai pengusaha akan mencari tim yg terdiri dari orang2 yg loyal dan mau membangun mimpi bersama2. Bukan sekedar orang yg butuh kerja tok. Loyalitas dan passion itu penting. #CareerTips with Alvie – View on Path.

(via polarissky)

59 notes &

Kau tau, terkadang keakraban justru dimulai dari membicarakan hal-hal yang ringan, remeh, sederhana, atau sudah sama-sama diketahui, sambil bercanda tawa. Antara kau dan aku. Tapi dari sanalah percakapan terbentuk, komunikasi terbangun dan peradaban dimulai. Meski dengannya pula suka, duka, luka, kecewa dan airmata bisa tumbuh….
Pandasurya (via mandalawangi)